Sabtu, 29 Oktober 2011


'Cause everyday I'm missing you,
So many nights I called for you.
Why do you have to go so far away?
Everyday I think of you.
So many nights I dream of you.
I'll be there by your side (Only waiting for you)

Rabu, 19 Oktober 2011

MOVE ON!

Tulisan ini gw persembahan untuk temen gw yang saat ini sedang berbahagia..
Hei kamu! Ya kamu, yang dulu sempat dekat dengan aku.
Selamat karena kamu telah menemukannya, yang mungkin akan terus berada disampingmu.
Pada akhirnya, kamu bisa move on juga dari diriku :)
Semoga lo menemukan kebahagiaan bersamanya, di setiap jalan yg kalian lalui. Amien.

PS. Gw minta maaf jika gw ngelakuin kesalahan ataupun hal yg tidak menyenangkan pada lo. Bukan maksud gw seperti itu, tapi mungkin itu memang bukan jalan yg akan kita lalui. So sorry :(
Semoga suatu hari nanti, waktu yg akan mempertemukan kita & gw janji, akan gw jelaskan semuanya..


Sincerely, ade.

Selasa, 18 Oktober 2011

Tentang rasa itu..

Ya, itu cinta.
Mungkin terlalu berlebihan jika kusebut kata itu padanya.

Awalnya dari mata ini yang menangkap sosok itu.
Dan entah mengapa, menjadi suatu kebiasaan untuk mencari dirinya.
Aku tidak mengenalnya. Nama pun tidak.
Dunia yang sempit ini terasa begitu luas dengan ketidaktahuan ini.
Rasa penasaran yang terus membesar membuat diri menjadi berani. Aku pun mencari, tentang dia.

Ya, dia. Dia yang tidak berani ku sebutkan namanya, aku telah mengenalnya.
Keberuntunganlah yang mempertemukan kami.
Suatu kesempatan yang jarang kutemui.
Dia tahu. Aku tahu. Dan perasaan itu pun semakin menyelusup ke dalam..

Kesempatan yang kudapat bagaikan bintang yang jatuh dari langit.
Tidak mungkin ku sia-siakan begitu saja.
Namun aku adalah seorang pengecut. Tak punya nyali jika bertemu, namun mencari di saat ia tak ada.
Ku buang banyak kesempatan untuk mengenal dirinya, untuk memperkenalkan diriku padanya jua..

Dia, yang telah membuka celah, mencoba untuk berani.
Tapi kami sama. Kami manusia.
Tak perduli Adam atau Hawa, kami saling menjaga kerapuhan hati.
Dan pada akhirnya, dari sekian banyak bintang jatuh yang menghiasi langit, tak tertangkap satu pun kilauan itu.

Mungkin salahku. Salah hatiku yang terlalu takut dan malu.

Tapi salahkah jika aku menunggu ia menangkap bintang itu terlebih dahulu?
Egokah diri ini menginginkan dia merasakan hal yang sama padaku?

Pintu yang terbuka perlahan menutup. Mungkin hanya perkiraanku.
Tapi tak kulihat lagi sinar itu diwajahnya..
Tak terlihat lagi seulas senyum tipis, yang selama ini terbayang di pikirku..

Dan kini semua kembali ke awal. Mungkin hanya perasaanku saja.

Terlalu banyak kenangan dalam sempitnya waktu yang kami lalui.
Terlalu banyak harapan yang kusimpan dalam hati ini..

Dari semuanya, terdapat satu memori yang meninggalkan kesungguhan di hati..
Suatu janji tentang langit biru, kebebasan, angin, dan kedamaian.

Penyesalan itu di akhir.
Namun aku bersyukur mengenalnya. Bersyukur akan kenangan yang kami miliki.

Kini, di antara waktu yang terus berjalan..
Aku berdoa untuk dia, untuk kebahagiaannya.


sincerely, ade.

Jumat, 14 Oktober 2011

mimpi.

Malam ini, atau lebih tepatnya tadi malam, gw bermimpi. Mimpi yang aneh.

Sebenernya gw bingung mau mulai dr mana..but the story must go on, right? :)
Jadi, tadi malam gw memutuskan untuk tidur karena badan gw yang udah ga sanggup lagi bangun dari persinggahannya (maksudnya kasur). Sekalian menghentikan kebiasaan galau di tengah malam yg dapat menyebabkan status di twitter mirip-mirip sama kumpulan puisi Chairil Anwar ataupun Kahlil Gibran.
Seiring dengan hilangnya kesadaran gw setelah menutup mata, mimpi pun dimulai.

Lokasi: Rumah, kamar tidur, kosan (entah kosan atau apartemen)
Yang terlibat: gw sendiri, 2 temen gw (sebut saja mawar dan melati), dan satu orang yang gw sendiri kaga tau itu muncul darimana.

Gw sedang berada di rumah, tepatnya dikamar tidur, ketika temen gw (mawar) dateng ke rumah. Entah kenapa tumben-tumbenan di main. Padahal dia ga tau dimana gw tinggal.
Dia datang dengan tampang suram semuram cuaca di sore hari itu. Kita pun ngobrol sebentar dan gw masi ga berani nanya ada apa dg dia. Lalu tiba-tiba aja dia meluk gw! yah karena rasa peri-kemanusiaan, gw pun meluk dia juga. Selama beberapa menit, kita tetap dalam posisi seperti itu. Sampai datang si Melati, yang juga mengagetkan gw karena kita ga terlalu deket kaya gw sama si mawar, yang juga bertampang suram.
Entah kenapa gw langsung merasakan firasat buruk. Terus dalam keadaan gw sedang berpelukan sama mawar, melati pun ikut memeluk gw. (kok jadi agak porno ya??peluk-pelukan gini :D )
Mawar pun langsung menyampaikan kabar itu dan gw langsung lari pergi ke tempat yg lain.

*ganti setting. kosan/apartemen*

Dan tibalah gw dikamar tersebut. Kamar yang sekarang kosong, tanpa penghuni maupun barang-barangnya yg sangat gw kenal dulu ada disitu. Aroma kamar itu membangkitkan suatu kenangan yg gw rindukan, dan deja vu pun menyerang gw sesaat. Sekilas berbagai adengan terlintas dibenak gw tentang kamar itu dan siapa pemiliknya..
Gw jatuh. Gw nangis. Gw merasakan kepedihan yg amat sangat ketika gw mendapati kenyataan kalo dia uda pergi... pergi ke tempat yg jauh, tanpa bisa gw cegah.
Lalu gw bangkit dan masuk kedalam ruangan kosong berbentuk persegi panjang itu. Gw masi inget dengan letak kasurnya, barang-barangnya yg biasanya tergeletak dimana aja.. aroma ruangan itu..
Terus gw ke balkon. Langit sore hari di tempat itu berwarna jingga. Mengingatkan akan seribu kenangan akan orang itu. Betapa gw dulu menyayangi dia.. betapa gw dulu sangat memperdulikannya..

Dan dia pergi. Tanpa gw tau kalau dia sangat menderita di akhir hidupnya.
Dia pergi tanpa gw ada disampingnya, menggenggam tangannya seperti biasanya.
Dia pergi tanpa sempat gw mengucapkan kata 'maaf'.

Langit yang tadinya berwarna jingga pun terlihat kabur. Gw nangis dengan seribu penyesalan dihati.
Ego yang tadinya terasa kokoh dihati, hancur dalam sekejab.
Dan seorang teman dekatnya pun masuk, kaget dengan keberadaan gw dan langsung menceritakan apa yg sebenarnya terjadi.

" Dia sakit udah lama. Dia tau keadaannya, tapi dia menolak buat ngasi tau lo,de. Tapi sejak lo pisah, dia semakin memburuk Dia dirawat. tapi beberapa minggu yg lalu, dia nolak untuk tinggal lebih lama di rumah sakit. Dia pingin disini, dikamar ini. Keluarganya pun cuma bisa ngabulin itu. Kasur yg bisa dia pake diganti sama kasur yg sama kaya yg dia pake di rumah sakit. Ada perawat yg stand by disamping dia. Sampai saat terakhir dia benar-benar tenang. Damai. Dan dia masih memikirkan lo."

Gw (yang masi tertidur) membayangkan gimana keadaan dia di rumah sakit. Penderitaannya dia menahan semua itu. Dan wajahnya saat dia berbaring dikamar itni. Tenang dan damai. Sekilas gw ingat senyum dia, yang selalu sukses membuat gw merasa tenang.
Di balkon, gw nunduk sambil pegangan sama penyangga.Gw nangis. Dan dalam keadaan gw yg ladi tidur, gw merasakan kepedihan yg amat sangat mendalam.

Sesaat gw merasakan otot muka gw bergerak, membentuk mimik sedih dan menangis.

Dan gw pun terbangun.

Jam 07.00 WIB di hari sabtu, gw terbangun. Gw sempet kaget kok bisa ada dikamar sendiri..
Mimpi itu bener-bener terasa nyata, walaupun ga ada air mata yg keluar. Tapi saat gw sedih, itu bener-bener sedih..

Yah gw ga tau harus ngapain lagi, walaupun gw penasaran sama kelanjutan mimpi itu. Gw pun berdoa semoga ga ada sesuatu yang terjadi pada orang-orang yg gw sayang.



Love, ade.