Rabu, 30 November 2011

Minggu, 20 November 2011


JIKA KAMU TERSAKITI OLEH PERBUATAN ORANG LAIN, JANGAN PERNAH MENJADIKAN ITU SEBAGAI SUATU ALASAN UNTUK MEMBALAS PERBUATAN MEREKA. APALAGI JIKA ORANG ITU ADALAH ORANG YANG KAMU SAYANGI.

INGAT INI!


Minggu, 20 November 2011, sekitar jam 20.00 WIB.

Lokasi: Mal Kelapa Gading dan sekitarnya.
Hari ini berjalan seperti biasa, dimana gw batal untuk olahraga dan memilih stay at home buat nyuci dan belajar (yang juga batal gw kerjain). Tapi, di sore hari, mama ngajakin kita pergi ke carrefour. 
Dan pergilah kita sekeluarga ke casablanka, yang lalu dilanjutkan ke carrefour.

Ditengah perjalanan menuju casablanka, gw sempat bertengkar sama papa tentang masalah akte gw yg hilang. Sebenernya sepele, tapi entah kenapa akhir-akhir ini gw ga bisa ngontrol emosi. Gw ngebales kata-kata papa dengar nada ngebentak, dan bilang kalo papa ga bisa ngerapihin barangnya sendiri , dsb dsb.

Jahat? ya, gw jahat banget. Dan yang namanya penyesalan dan kesadaran itu sendiri selalu dateng di akhir.

Setelah gw ngucapin kata-kata yang ga pantas di ucapin sama anak kesayangan papa, kita semobil pun diam. Dan keadaan normal lagi setelah beberapa menit, sampai kita pergi dari casablanka. Setelah tujuan pertama, mama memutuskan pergi ke MKG (next destination : carrefour --> batal). Di sana mama pingin beli sendal, jadi gw pun memetuskan untuk membeli sesuatu. Hehehe mumpung mama belanja, anaknya ikutan ga apa-apa dong? :) 
Selesai menemani mama belanja, kita pergi ke salah satu toko karena kakak gw pingin beli sepatu. Disitu gw nemu jaket rajut yang lucu banget dan memutuskan untuk membelinya. Tapiiii, secara nama tokonya aja international bgt, harganya pun international bgt bagi gw yang national. Artinya, bagi gw harganya kemahalan. Pas disitu gw ketemu papa, yang tadi misah pergi ke masjid. Papa nanya, "Kamu mau beli apa?". Terus gw jawab, "Aku mau ini (sambil ngambil jaket rajut itu)". Papa tanya lagi, "Emang harganya berapa? Yaudah beli aja." Dapet lampu kuning dari papa, gw langsung bilang kalo itu jaket harganya ga manusiawi. Tapi papa dengan entengnya bilang, "Yauda yauda beli aja, langsung bawa ke kasir. Nanti uangnya tinggal papa minta sama mama." Bagaikan ketimpa emas, gw pun langsung nyoba itu jaket. Protes dari mama ke papa cuma ditanggepin seadanya. Bener-bener jarang terjadi :)

Singkat cerita, gw jadi membeli jaket tersebut. Pas dikasir, gw datengin papa buat bilang terima kasih. Dan papa menjawab, "Buat apa papa cari uang kalo bukan buat anaknya?"  

SEE?  Perkataan bijak yg selama ini berkumadang bahwa orangtua selalu sayang sama anaknya terbukti. Dan bukti ini sangat sering kita temui, namun sangat jarang kita ingat&hargai.

Selesai belanja, kita sekeluarga jadi akrab. Ga ada pertengkaran yang itu-itu aja. Bener-bener ajaib deh malam ini. Bahkan, gw bilang ke papa kalo gw uda sukses nanti (amien ya Allah), gw mau buatin papa-mama rumah di dekat rumah gw nanti. Papa cuma bilang, "Hahaha,  ketinggian.. Kamu selesaikan dulu kuliah kamu. Baru kerja." Mungkin tanggapan papa standar tapi gw benar-benar serius. Itu impian gw. Kemauan gw. Niat tulus gw dari dalam lubuk hati. (PS. semoga Allah mengabulkannya. Amien ya Rabbal alamin.) 

Singkat cerita, kejujuran yang terungkap ga sampai di situ aja.
Bukan cuma gw yang jujur ke papa, beliau pun jujur ke gw. Papa bilang, " Papa sakit hati pas ade teriak ke papa," DOR! man, itu nusuk bgt loh ke jantung gw ;'( Gw ga nyangka betapa egoisnya gw selama ini, selalu berpikir kalau gwlah yg tersiksa. DAMN! berdosa sekali anak kesayang papa ini..

Intinya adalah..
INGATLAH bahwa orangtua selalu, selalu, dan selalu sayang pada anak-anaknya.

INGATLAH bahwa orangtua selalu, selalu, dan selalu ingin memberikan segalanya kepada kita walaupun mereka harus menguras darah mereka sendiri.

INGATLAH bahwa orang tua adalah manusia. Mereka punya hati yang bisa tersakiti juga.

Maupun anak atau orangtua, mereka sama-sama manusia. Punya hati. Punya perasaan. Kalo kita, sebagai anak, merasa sebagai korban dari keegoisan orangtua, pernahkah terlintas dipikiranmu bahwa orangtua juga korban dari keegoisan kita?


sincerely, ade.
 

Jumat, 18 November 2011


ketika kenyataan terlalu menyakitkan, aku terbiasa lari menuju angan.


Kami terlahir perempuan, yang tumbuh menjadi seorang wanita.
Terbentuk dari keindahan dan kelembutan, kami adalah ayu.

Enak dipandang, dan dipuja jutaan orang bagaikan bunga.
Namun sangat sedikit yang mempertahankan kami ketika kami sedang layu.

Tubuh kami kuat menjaga sebuah nyawa dalam sembilan bulan.
Namun jiwa kami rapuh akan kesakitan.
 

egois.


Hidup itu berbanding sama dengan masalah. Semakin lo hidup, semakin banyak pula masalah lo.
Dan terkadang, kita sebagai manusia yang punya ego masing-masing, menggangap sesuatu yang bukan masalah menjadi masalah. Sadar ga sadar, kita sering banget mempermasalahkan sesuatu yang sepele dan membawa masalah kita menjadi masalah publik. 

" Masalah gw ya masalah lo juga"

" Gw punya masalah sama dia. Dulu. Dan gw ga suka juga sama (sikap & sifat) dia. Jadi kalo ada dia gw ga mau dateng."


Familiar dengan kata-kata diatas? Bagi gw, kata-kata diatas itu cermin dari ego manusia, betapa egoisnya dia sampai-sampai orang yang ga ada hubungannya sama sekali dengan masalah itu kena dampaknya.
Gw sendiri, yang melabeli diri sebagai orang yang bebas, menolak keras untuk menjadi dan berbuat seperti itu.
Jadi gw heran, ditahun sekarang yang uda milenium banget, kenapa masih ada aja orang yang se-egonya itu? Bahkan terkadang oarang-orang tersebut berada di usia 17 keatas, yang artinya:
Hei! lo uda bisa berfikir kali, gunain otak lo semaksimal mungkin! Uda bisa bedain mana yang baik dan mana yang buruk. Udah bisa melihat sesuatu dari berbagai sisi. Jangan pentingin ego lo aja, pikirin juga orang lain.
Mungkin itu kenapa dewasa ga bisa dilihat dari umur seseorang. Karena belom tentu orang yang punya usia lebih tua, bisa lebih dewasa dari seorang anak umur 7 tahun.
Kesimpulan yang bisa gw tarik adalah orang egois itu belum dewasa. Belum bisa berfikir, atau mungkin ga menyadari kalo dirinya itu egois sampai-sampai dia mikir kalo dirinya aja yang terluka.

pikirkan tentang orang lain juga, kawan. jangan dirimu saja :)

sincerely, ade.

Kamis, 17 November 2011

21 Juni 2011 : disaat itu.


Jelaskan padaku satu hal tentang cinta..
Karena yang kurasakan adalah pedih ketika menatap keadaan.
Sesuatu berbelok dari kenyataan,
berusaha mendobrak pintu keinginan.

Wahai engkau yang disana, berdiri bagaikan pasak yang terluka.
Sekuntum mawar telah tumbuh dihatinya,
menyelimuti kepedihannya..

Senin, 14 November 2011

tengah malam.

Bosan aku dengan rutinitas.

dimana hasrat untuk hidup yang duluku rasakan? dimana rasa liar itu?

dunia ini membunuhku. hidup ini membinasakanku.

bosan aku. mati aku.

udara pun enggan membebaskanku dari rasa ini.

tengah malam aku berkicau mencari jawaban.hancur sudah pikirku.

tengah malam membalik siangku. rapuh sudah badanku.


Tidak perlu sempurna karena itulah adanya dirimu.

Aku menyayangimu hingga ingin kurengkuh segala yang ada di dirimu.

Tak perlu malu dengan segala luka dihati, aku tetap akan memelukmu.

Aku mencintai karena dirimu.

Minggu, 13 November 2011

ketika mulut tak lagi berkata,

ketika tatapan tak dapat melukiskan rasa didalam dada,

ketika semua tak lagi bermakna,

akankah kau mengerti aku dalam diamku?

Rabu, 09 November 2011

a: " aku ingin menjadi burung atau kupu-kupu yg bisa terbang sesuka hati, kemanapun ia mau."
b: " aku ingin menjadi angin."
a: " mengapa angin?"
b: " angin tidak perlu apapun untuk menjadi bebas, karena itulah dia. bebas  :) "

dia. dia. dan dia.

Dan disinilah gw duduk terdiam, mengulang kembali segala memori tentang dia.

Ya, dia yang gw ceritakan di "Tentang rasa itu..".
Sudah beberapa hari ini gw ngga lihat ujung rambutnya. Terakhir gw lihat adalah ketika gw nebeng pulang bareng temen gw, dia lagi nangkring di pelataran samping kampus. Dan itu adalah suatu keajaiban, karena sebelum gw pulang, gw berdoa dalam hati seandainya gw bisa melihat dia di akhir hari itu.
Setelah itu? yah bisa ditebak sendiri..

Memang benar adanya, ketika lo berharap maka yang terjadi adalah sebaliknya. Mungkin karena itu berharap terlalu banyak dapat mengakibatkan sakit hati yang amat sangat. No expectation, No disappointment.

Sekarang, setiap gw lewat tempat itu, tidak terlihat lagi dirinya..
Hei salah ya kalau gw merindukannya? Walaupun gw tahu, gw bukan siapa-siapa bagi dia.
Tapi seberapapun gw mencoba untuk berhenti, rasa ini kembali. Dia selalu menemukan cara untuk menyelusup ke rongga ini.

Mungkin gw terkesan berlebihan, tapi itulah adanya..
Tiap gw buka inbox message, dan gw lihat sms dari dia.. rasanya dunia ini berputar..
Gw ingat momen-momen itu, perasaan gw, bahagia gw... semuanya. Tapi sekali lagi, kenyataan memaksa gw untuk kembali ke waktu sekarang. Dimana gw ngga sedekat seperti dulu lagi dengan dia. Ada batas tak terlihat, tak tersentuh yang membuat jarak di antara gw dan dia..

Intinya ada tiga buat dia. Gw kangen lo.

something always bring me back to you. it never takes too long.
no matter what I say or do, I'll still feel you here the moment 'til the moment your gone.

Set me free, leave me be.. I don't want to fall another moment into your gravity.
Here I am and I stand so tall just the way I'm supposed to be..
but you're on to me and all over me..