Tak perlu banyak kata untuk mendeskripsikan diri ini.
Tanya saja pada sekitarmu, apa kata mereka tentang diriku?
Kau boleh mempercayai, boleh juga tidak.
Terserah apa kata mereka, aku tak perduli.
Namun terkadang aku sesak dengan keramaian sekitar.
Begitu banyak teman, dengan begitu sedikit pengertian.
Memangnya mereka mengerti arti di tiap tawaku?
Jika bicara tak lagi melukiskan, maka apalah arti diamku?
Bisuku mengunci seluruh syaraf tubuh.
Tak ada senyum, maupun setetes airmata yang muncul.
Kehampaan membuatku mati rasa.
Dan mati membuatku terdiam sejuta kata..
Kata mereka, teman ada untuk menemani.
Tapi mereka pergi tanpa kembali..
Kata mereka, sabahat tercipta karena memahami.
Namun, apalah arti jika jarak ada untuk membatasi?
Tak ada kata. Tak ada bicara. Hanya diam dalam kesunyian.